[Medan | 12 Februari 2026] Pemerintah Amerika Serikat kembali menghadapi risiko partial government shutdown yang berpotensi dimulai pada Sabtu, 14 Februari 2026, bertepatan dengan Hari Valentine. Ancaman ini muncul akibat kebuntuan negosiasi antara Partai Demokrat di Senat dan Gedung Putih terkait tuntutan reformasi Immigration and Customs Enforcement (ICE). Tanpa kesepakatan tersebut, pendanaan sementara atau continuing resolution (CR) untuk menjaga operasional Department of Homeland Security (DHS) terancam tidak disetujui sebelum tenggat Jumat malam.
Demokrat Tahan Dukungan Anggaran DHS
Sejumlah senator Demokrat menegaskan tidak akan mendukung perpanjangan pendanaan jika Partai Republik tidak bersedia berkompromi. Senator Catherine Cortez Masto dari Nevada menyatakan penolakannya terhadap CR tanpa kesepakatan reformasi ICE, menandakan posisi keras Demokrat dalam isu ini. Meski demikian, Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer masih membuka peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu singkat, dengan menyebut draf bahasa legislasi telah diserahkan dan negosiasi masih berlangsung.
Tuntutan Reformasi ICE Jadi Akar Masalah
Dorongan reformasi ICE berakar pada kekhawatiran Demokrat terhadap praktik penegakan hukum imigrasi yang dinilai agresif dan memicu keresahan sosial. Dalam surat resmi kepada pimpinan Partai Republik, Schumer dan Hakeem Jeffries menyampaikan 10 tuntutan reformasi ICE, dengan menyoroti insiden fatal yang melibatkan agen imigrasi federal pada Januari lalu. Mereka menilai penggunaan dana publik untuk operasi ICE perlu dievaluasi agar tidak menimbulkan dampak sosial yang lebih luas.
Pasar Prediksi Mencium Peluang Shutdown Tinggi
Sinyal risiko shutdown juga tercermin dari pasar prediksi. Platform seperti Kalshi dan Polymarket menunjukkan probabilitas shutdown mencapai sekitar 84%, dengan lonjakan signifikan dalam satu hari terakhir. Total nilai taruhan yang beredar telah melampaui US$2,7 juta, mengindikasikan meningkatnya keyakinan pelaku pasar terhadap skenario terburuk jika kebuntuan politik tidak segera terurai.
Respons Awal Pasar Keuangan AS
Di tengah meningkatnya ketidakpastian fiskal, pasar saham AS bergerak melemah pada perdagangan Rabu pagi. Indeks-indeks utama seperti S&P 500, Nasdaq, dan Dow Jones tercatat turun tipis, sementara sentimen ritel terhadap pasar ekuitas AS mulai bergeser ke area bearish. Pergerakan ini mencerminkan sikap wait and see investor terhadap potensi gangguan operasional pemerintah dan dampaknya terhadap stabilitas ekonomi jangka pendek.

