IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Aliran Asing Masuk RI di Pekan Terakhir 2025 Capai Rp 2,43 T

By Aurelia Tanu 20 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ investor.id
SHARE

[Medan | 5 Januari 2026] Bank Indonesia mencatat aliran modal asing bersih masuk ke pasar keuangan domestik sebesar Rp2,43 triliun pada pekan terakhir 2025, tepatnya periode transaksi 29–31 Desember 2025. Inflow tersebut ditopang oleh beli neto investor nonresiden di pasar saham sebesar Rp1,23 triliun dan pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp1,66 triliun, meski diimbangi jual neto Rp460 miliar di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Masuknya dana asing di penghujung tahun mencerminkan membaiknya persepsi risiko terhadap aset keuangan Indonesia, terutama di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi dan yield US Treasury yang tetap elevated.

Secara kumulatif sepanjang 2025, arus modal asing masih menunjukkan tekanan. Hingga 31 Desember 2025, nonresiden mencatat jual neto Rp17 triliun di pasar saham dan Rp110,11 triliun di SRBI, sementara pasar SBN justru mencatat beli neto Rp2,01 triliun.

Dari sisi risiko, premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun turun ke level 67,78 basis poin per 1 Januari 2026, dari 69,95 basis poin pada akhir Desember 2025. Penurunan CDS ini mengindikasikan persepsi risiko Indonesia yang membaik, sejalan dengan masuknya dana asing dan stabilitas makro yang relatif terjaga.

Kondisi tersebut turut menopang pasar obligasi, tercermin dari yield SBN tenor 10 tahun yang relatif stabil di kisaran 6,04 persen, meski yield US Treasury 10 tahun naik ke level 4,167 persen.

Di pasar valas, rupiah dibuka di level Rp16.680 per dolar AS pada 2 Januari 2026, sedikit melemah dibandingkan posisi akhir tahun di Rp16.670 per dolar AS. Stabilitas rupiah terjadi di tengah penguatan indeks dolar AS (DXY) ke level 98,32, yang umumnya menjadi tekanan bagi mata uang negara berkembang.

Inflow asing ke pasar SBN menjadi faktor penyangga utama rupiah, meskipun risiko volatilitas tetap ada apabila penguatan dolar global berlanjut.

 

You Might Also Like

AS Siap Ambil Alih Venezuela, Apa Dampaknya ke Harga Minyak Dunia?

AS Tangkap Presiden Venezuela Maduro, Apa Dampaknya ke Indonesia?

Purbaya Tarik Dana Rp 75 T dari Perbankan, Apa Dampaknya?

Siapa The Next Ketua Fed di 2026?

Ada Satu Saham AI Naik 55.000% di India, Sinyal Bubble?

TAGGED: aliran dana asing, dana asing
Aurelia Tanu January 5, 2026 January 5, 2026
Previous Article AS Siap Ambil Alih Venezuela, Apa Dampaknya ke Harga Minyak Dunia?
Next Article Baru Listing 6 Bulan, CDIA Siap Bagi Dividen Interim Rp 167,67 Miliar
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?