IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Bisnis

Wall Street dan Bursa Asia Rebound, IHSG Bakal Ikutan Naik?

By Aurelia Tanu 2 hours ago Bisnis
Image source: AP/ mjbizdaily.com
SHARE

[Medan | 25 Februari 2026] Pasar saham global mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah reli saham teknologi mendorong penguatan bursa Wall Street, meredakan kekhawatiran investor terhadap potensi disrupsi kecerdasan buatan (AI) yang sempat mengguncang pasar selama beberapa pekan terakhir. Sentimen positif tersebut menjalar ke Asia, membuka peluang penguatan lanjutan di pasar saham regional, termasuk Indonesia.

Contents
Reli Teknologi Angkat Wall StreetBursa Asia Ikut Menguat, Korea Selatan Jadi SorotanAI Scare Mereda, Tapi Ujian Belum UsaiPasar Keuangan Global Masih SelektifFokus Pasar: Laporan Keuangan NvidiaIHSG Berpeluang Menguat, Tapi Masih Rentan Koreksi

Reli Teknologi Angkat Wall Street

Saham-saham teknologi yang sebelumnya tertekan memimpin rebound di Amerika Serikat. Indeks Nasdaq 100 melonjak 1,1% seiring pemulihan saham perangkat lunak, sementara S&P 500 turut menguat menjelang rilis laporan keuangan Nvidia yang dinilai krusial bagi arah sektor AI ke depan. Sentimen juga didorong oleh kerja sama antara Advanced Micro Devices dan Meta Platforms, yang menambah optimisme terhadap keberlanjutan belanja teknologi.

Bursa Asia Ikut Menguat, Korea Selatan Jadi Sorotan

Penguatan Wall Street langsung tercermin di pembukaan pasar Asia. Bursa Jepang, Korea Selatan, dan Australia bergerak di zona hijau, mendorong MSCI Asia Pacific Index mencatat kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut. Korea Selatan tampil sebagai outperformer, dengan indeks Kospi sempat naik hingga 1,2% dan mencetak rekor baru. Secara year-to-date, Kospi telah melonjak sekitar 43%, menjadikannya pasar saham dengan kinerja terbaik secara global.

AI Scare Mereda, Tapi Ujian Belum Usai

Pemulihan ini terjadi setelah pasar global dilanda fenomena AI scare trade, di mana kekhawatiran terhadap disrupsi teknologi AI memicu aksi jual lintas sektor, mulai dari software hingga jasa keuangan dan keamanan siber. Rebound Selasa lalu dipicu oleh pernyataan Anthropic yang menegaskan strategi kemitraan, bukan penggantian model bisnis eksisting, sehingga meredakan kekhawatiran pasar terhadap dampak destruktif teknologi chatbot Claude.

Meski demikian, volatilitas dinilai belum sepenuhnya berakhir. Investor global masih mencermati risiko tarif dan geopolitik, serta laporan riset yang sebelumnya memperkuat kekhawatiran terhadap keberlanjutan euforia AI.

Pasar Keuangan Global Masih Selektif

Di pasar obligasi, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik tipis hampir satu basis poin ke 4,04%, sementara indeks dolar relatif stabil menjelang pidato kenegaraan Presiden AS Donald Trump. Harga emas memangkas sebagian pelemahan sebelumnya, sedangkan Bitcoin menuju kinerja bulanan terburuk sejak gejolak kripto pada Juni 2022. Di Asia, yen cenderung stabil setelah sebelumnya tertekan oleh kekhawatiran kebijakan moneter Jepang.

Fokus Pasar: Laporan Keuangan Nvidia

Perhatian utama pasar global kini tertuju pada laporan keuangan Nvidia yang dirilis Rabu waktu setempat. Perusahaan chip tersebut berada di momen krusial, dengan investor menantikan bukti bahwa lonjakan belanja AI masih berlanjut. Untuk menjaga kepercayaan pasar, Nvidia dinilai perlu kembali mencetak kinerja di atas ekspektasi dan memberikan proyeksi yang melampaui konsensus Wall Street. Hasil laporan ini diperkirakan akan menjadi penentu apakah reli teknologi berlanjut atau justru memicu gelombang volatilitas baru.

IHSG Berpeluang Menguat, Tapi Masih Rentan Koreksi

Sejalan dengan sentimen global yang membaik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (25/2). Analis menilai selama IHSG mampu bertahan di atas area kunci 8.170, peluang kenaikan lanjutan masih terbuka. Dalam skenario optimistis, indeks berpotensi mengarah ke kisaran 8.440–8.503. Namun demikian, risiko koreksi jangka pendek tetap perlu diwaspadai, terutama jika IHSG kembali turun ke rentang 8.149–8.217.

Sementara itu, pandangan lain menyebutkan bahwa IHSG saat ini tengah memasuki fase konsolidasi atau koreksi terbatas sebelum kembali menguat lebih agresif. Setelah fase tersebut berakhir, indeks berpeluang melanjutkan tren kenaikan dengan target di atas level 8.527. Dengan kombinasi sentimen global yang lebih kondusif dan selektivitas investor, pergerakan IHSG ke depan diperkirakan tetap volatil, namun bias jangka pendek cenderung mengarah ke penguatan.

 

 

You Might Also Like

IHSG Mendadak Turun 1% Lebih Hari Ini, Ada Apa?

Garap Proyek Panas Bumi, Anak Usaha BREN Gandeng SLB

Arsari Grup Hashim Mulai Cicil Akuisisi Blok Migas di Natuna

RLCO Ekspansi ke Sektor Perikanan

Tarif Trump Dibatalkan MA, IHSG Siap-siap Menguat?

TAGGED: bursa asia, IHSG, IHSG hari ini, wall street rebound
Aurelia Tanu February 25, 2026 February 25, 2026
Previous Article IHSG Mendadak Turun 1% Lebih Hari Ini, Ada Apa?
Next Article PM Jepang Takaichi Menentang Kenaikan Suku Bunga Lebih Lanjut
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?