[Medan | 28 Januari 2026] PT Telemedia Komunikasi Pratama, anak usaha PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge, menyatakan kesiapan penuh untuk meluncurkan layanan Fixed Wireless Access (FWA) Internet Rakyat (IRA) setelah berhasil menyelesaikan Uji Laik Operasi (ULO) dan mengantongi lisensi operasional pita frekuensi 1,4 GHz. Dengan terpenuhinya seluruh persyaratan teknis, operasional, dan regulasi, layanan ini siap dioperasikan secara komersial dalam waktu dekat.
Keberhasilan ULO tersebut menandai tonggak penting bagi Telemedia, terutama karena layanan FWA berbasis pita 1,4 GHz yang dikembangkan menjadi implementasi komersial pertama di dunia. Direktur Utama PT Telemedia Komunikasi Pratama, Shannedy Ong, menjelaskan bahwa capaian ini merupakan kelanjutan dari kemenangan perusahaan dalam lelang pita frekuensi 1,4 GHz pada Oktober 2025, sekaligus menegaskan kesiapan infrastruktur jaringan untuk memasuki fase monetisasi.
Keunggulan Teknologi 1,4 GHz dan Akselerasi Akses Internet
Dalam proses pengujian ULO, Telemedia melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa jaringan, stabilitas koneksi, keandalan sistem, serta kesiapan infrastruktur pendukung. Hasil uji kecepatan menunjukkan layanan Internet Rakyat mampu melampaui standar minimum regulator dengan kecepatan unduh hingga 100 Mbps, baik melalui perangkat laptop maupun ponsel. Hal ini mengukuhkan kelayakan layanan untuk dipasarkan secara luas.
Secara karakteristik, pita frekuensi 1,4 GHz menawarkan penetrasi sinyal indoor yang kuat, jangkauan luas, serta kualitas koneksi yang stabil dengan efisiensi biaya yang lebih optimal. Teknologi ini dinilai ideal untuk memperluas akses internet terjangkau di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi maupun daerah yang masih terbatas infrastruktur kabel, sekaligus mendukung pemerataan konektivitas nasional.
Potensi Monetisasi dan Basis Pelanggan
Dengan lisensi operasional yang telah dikantongi, Telemedia dapat segera mempercepat realisasi layanan Internet Rakyat, khususnya bagi masyarakat yang telah melakukan prapendaftaran. Hingga saat ini, jumlah pendaftar tercatat telah melampaui 1,1 juta pengguna, mencerminkan potensi permintaan yang besar terhadap layanan internet berbiaya terjangkau.
Sebagai bagian dari ekosistem PT Solusi Sinergi Digital Tbk, peluncuran komersial layanan FWA 1,4 GHz ini diharapkan menjadi alternatif strategis dalam memperluas penetrasi internet nasional serta mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan publik berbasis digital.
Mesin Pertumbuhan Baru bagi Saham WIFI
Di sisi pasar modal, langkah strategis ini memperkuat prospek pertumbuhan PT Solusi Sinergi Digital Tbk. Analis BRI Danareksa Sekuritas menilai FWA akan menjadi pendorong utama pertumbuhan WIFI di luar bisnis fiber to the home (FTTH), mengingat waktu implementasi yang lebih cepat dan kebutuhan belanja infrastruktur last mile yang lebih rendah.
WIFI menargetkan hingga 5 juta pelanggan FWA berbayar pada 2026, didukung pembangunan sekitar 5.000 site yang memanfaatkan kapasitas menara telekomunikasi yang masih longgar. Efisiensi biaya sewa menara, skema akuisisi pelanggan yang agresif, serta periode balik modal yang relatif singkat dinilai membuat model bisnis FWA tetap menarik secara ekonomi.
Dengan proyeksi pertumbuhan pelanggan yang signifikan dan kontribusi FWA yang diperkirakan mencapai mayoritas basis pengguna ke depan, saham WIFI dinilai memasuki fase akselerasi bisnis. Kondisi ini membuka ruang bagi re-rating valuasi, seiring meningkatnya visibilitas pendapatan dan peran strategis perusahaan dalam agenda pemerataan internet nasional.

