[Medan | 20 Januari 2026] Saham PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) melonjak tajam pada perdagangan Senin, 19 Januari 2026, dengan mencatatkan auto reject atas (ARA). Harga saham ZATA ditutup menguat 34,57% ke level Rp109 per saham, mencerminkan lonjakan minat beli investor dalam satu sesi perdagangan.
Penguatan signifikan ini terjadi seiring pengumuman rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada Rabu, 18 Februari 2026. Perseroan menetapkan tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak hadir dalam RUPSLB hingga Senin, 26 Januari 2026 pukul 16.00 WIB. Agenda rapat terbuka bagi usulan pemegang saham, dengan batas akhir pengajuan mata acara pada 20 Januari 2026.
Sentimen RUPSLB dan Aksi Korporasi
Rencana RUPSLB ini menjadi kelanjutan dari agenda serupa yang sempat dibatalkan pada 19 Desember 2025. Pada saat itu, ZATA berencana meminta persetujuan pemegang saham atas transaksi material, yang kini kembali diangkat ke meja rapat. Fokus utama agenda tersebut adalah rencana penjualan aset berupa tanah dan bangunan milik perseroan.
ZATA berencana melepas aset tersebut kepada PT Karya Utama Putra Mandiri, perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan penjualan perhiasan emas, dengan nilai transaksi Rp75 miliar termasuk PPN. Nilai transaksi ini relatif signifikan dibandingkan skala aset dan kapitalisasi ZATA, sehingga memicu spekulasi pasar terkait dampak langsung terhadap struktur keuangan perseroan.
Respons Pasar Saham
Lonjakan harga saham ZATA mencerminkan ekspektasi positif investor terhadap potensi perbaikan likuiditas dari hasil divestasi aset. Penjualan aset non-inti dipersepsikan dapat memperkuat posisi kas, menurunkan tekanan neraca, serta membuka ruang restrukturisasi bisnis ke depan. Faktor inilah yang mendorong aksi beli agresif dan membawa saham ZATA menyentuh batas ARA dalam satu hari perdagangan.
Namun demikian, kenaikan yang bersifat tajam dan berbasis sentimen agenda korporasi juga mengindikasikan risiko volatilitas lanjutan, terutama menjelang pelaksanaan RUPSLB. Pergerakan saham ke depan akan sangat bergantung pada kepastian realisasi transaksi serta penggunaan dana hasil penjualan aset tersebut.
Dampak ke Obligasi dan Keuangan
Hingga saat ini, ZATA belum tercatat sebagai emiten dengan penerbitan obligasi di pasar publik. Namun dari sisi keuangan, rencana divestasi aset berpotensi memperbaiki profil arus kas dan menurunkan risiko keuangan, khususnya apabila dana digunakan untuk memperkuat modal kerja atau mengurangi kewajiban jangka pendek. Hal ini secara tidak langsung dapat meningkatkan persepsi risiko perseroan di mata kreditur.

