[Medan | 3 Februari 2026] Presiden Komisaris PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Jahja Setiaatmadja, tercatat menambah kepemilikan sahamnya di emiten perbankan terbesar nasional tersebut. Informasi ini disampaikan melalui laporan keterbukaan informasi yang dirilis ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa.
Berdasarkan laporan tersebut, Jahja membeli sebanyak 67.000 saham BBCA pada harga Rp 7.450 per saham dalam satu kali transaksi yang dilakukan pada Senin (2/2/2026). Dengan demikian, total dana yang dikeluarkan dalam transaksi tersebut mencapai sekitar Rp 499,15 juta. Dalam keterangannya, Jahja menyebutkan bahwa tujuan transaksi dilakukan untuk investasi.
Sinyal di Tengah Tekanan Asing
Aksi pembelian ini terjadi di tengah tekanan jual asing yang sebelumnya membayangi saham BBCA. Sepanjang periode perdagangan 26–30 Januari 2026, BBCA tercatat sebagai saham dengan net sell asing terbesar, dengan nilai mencapai Rp 8,11 triliun. Tekanan serupa juga dialami oleh saham perbankan besar lainnya, seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang mencatatkan net sell asing sebesar Rp 2,71 triliun.
Saham BBCA Menguat, Transaksi Tertinggi
Meski sempat tertekan, pergerakan saham BBCA menunjukkan pemulihan pada perdagangan Senin. Hingga penutupan bursa, harga saham BBCA menguat 2,7 persen atau naik 200 poin ke level Rp 7.600.
Dari sisi aktivitas perdagangan, BBCA mencatatkan nilai transaksi harian tertinggi, mencapai Rp 2,90 triliun. Posisi tersebut diikuti oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan nilai transaksi Rp 2,83 triliun, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 1,60 triliun, serta PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp 1,28 triliun.

