[Medan | 20 Januari 2026] Konglomerat Prajogo Pangestu tercatat kembali melakukan aksi akumulasi saham di dua emiten afiliasinya, yakni PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dengan nilai total transaksi mencapai sekitar Rp16,15 miliar. Seluruh transaksi tersebut dilakukan pada 15 Januari 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi, Prajogo Pangestu membeli 1 juta saham BREN dengan harga transaksi di kisaran Rp9.525 hingga Rp9.675 per saham. Aksi beli tersebut dilakukan melalui beberapa kali transaksi dengan nilai total sekitar Rp9,6 miliar.
Rincian pembelian saham BREN mencakup transaksi pada harga Rp9.575, Rp9.600, Rp9.625, Rp9.525, Rp9.675, Rp9.550, hingga Rp9.650 per saham. Aksi ini menambah kepemilikan Prajogo di BREN menjadi 140,79 juta saham atau setara 0,105%, naik dari sebelumnya 0,104%.
Selain itu, Prajogo Pangestu juga meningkatkan kepemilikan sahamnya di PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Ia tercatat memborong 3.502.000 saham CUAN dengan total nilai transaksi sekitar Rp6,55 miliar.
Pembelian saham CUAN dilakukan dalam sejumlah transaksi pada rentang harga Rp1.850 hingga Rp1.900 per saham. Aksi tersebut membuat kepemilikan Prajogo di CUAN meningkat menjadi 94,52 miliar saham atau setara 84,079%, dari sebelumnya 84,076%.
Pergerakan Saham
Pada perdagangan Senin, 19 Januari 2026, kedua saham menunjukkan pergerakan yang berbeda. Saham CUAN melonjak dan ditutup di level Rp2.000 per saham, menguat 8,11% dalam satu hari perdagangan. Meski demikian, secara year to date (YtD), saham CUAN masih terkoreksi 14,74%, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp224,28 triliun.
Sementara itu, saham BREN justru melemah pada hari yang sama. Hingga pukul 14.30 WIB, BREN tercatat turun 1,55% ke level Rp9.550 per saham. Secara kumulatif sejak awal tahun, saham BREN juga tercatat melemah 1,55%, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp1.277,66 triliun.
Aksi akumulasi yang dilakukan Prajogo Pangestu mencerminkan sinyal kepercayaan pengendali terhadap prospek jangka panjang kedua emiten, meskipun pergerakan harga saham di pasar masih menunjukkan volatilitas. Lonjakan CUAN pada 19 Januari mengindikasikan respons positif pasar terhadap aksi beli tersebut, sementara tekanan pada BREN menunjukkan investor masih cenderung berhati-hati pada sektor energi terbarukan dalam jangka pendek.

