IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Bisnis

Pasokan Terganggu Penutupan Selat Hormuz, TPIA Tetapkan Force Majeure

By Aurelia Tanu 2 hours ago Bisnis
Image source: AP/ cnbcindonesia.com
SHARE

[Medan | 4 Maret 2026] Produsen petrokimia nasional, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), menetapkan status force majeure terhadap seluruh kontrak usahanya setelah terganggunya pasokan bahan baku akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataan perusahaan yang dikutip Reuters pada 3 Maret 2026, manajemen menyampaikan bahwa memburuknya situasi keamanan di sekitar Selat Hormuz telah secara signifikan menghambat aktivitas transportasi laut. Kondisi tersebut berdampak material terhadap proses pengiriman dan penerimaan pasokan feedstock perseroan.

Perseroan menjelaskan bahwa gangguan ini terutama dipicu oleh kondisi keamanan di dan sekitar Selat Hormuz yang menyebabkan aktivitas pelayaran terganggu secara signifikan, sehingga memengaruhi kelancaran pasokan bahan baku utama perusahaan.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis dalam perdagangan energi global. Gangguan di kawasan ini berisiko menimbulkan keterlambatan pengiriman nafta dan bahan baku petrokimia lainnya yang menjadi komponen penting dalam proses produksi industri petrokimia.

Deklarasi force majeure umumnya dilakukan ketika perusahaan menghadapi kondisi di luar kendali yang menghambat pemenuhan kewajiban kontraktual kepada mitra bisnis.

Dengan penetapan status tersebut, perusahaan memiliki dasar untuk menunda atau membatalkan pengiriman tanpa dikenakan penalti, sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam kontrak.

Gangguan pasokan ini berpotensi menekan tingkat utilisasi pabrik serta memengaruhi kinerja operasional perseroan, terutama apabila ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah berlanjut dalam jangka menengah.

Pelaku pasar kini mencermati dampak lanjutan dari kondisi ini terhadap rantai pasok industri petrokimia domestik, termasuk potensi tekanan terhadap harga produk turunan di tengah meningkatnya volatilitas global.

 

You Might Also Like

Trump Sebut Perang Bisa 1 Bulan Lebih, IHSG Tinggalkan Level 8.000!

Pungutan Ekspor CPO Resmi Naik Jadi 12,5%, Berlaku Mulai Maret 2026

Ini Sektor yang Berpotensi Diuntungkan dari Perang Israel-AS vs Iran

Perang AS-Israel vs Iran Meledak, IHSG Bakal Kemana?

Kesepakatan Dagang AS-RI, Janu Putra (AYAM) Jadi Salah Satu Pengimpor

TAGGED: saham TPIA, TPIA
Aurelia Tanu March 4, 2026 March 4, 2026
Previous Article Presiden Prabowo Bertemu Jokowi dan SBY di Istana, Bahas Apa?
Next Article Perang Meluas, Israel Serang Lebanon!
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?