[Medan | 3 Februari 2026] Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (3/2/2026) masih berpotensi bergerak volatil setelah ditutup anjlok 4,88 persen ke level 7.922 pada sesi sebelumnya. Meski demikian, respons cepat regulator terhadap isu MSCI mulai memberikan sentimen penyeimbang bagi pasar.
IHSG Masih Rawan Koreksi Jangka Pendek
Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG saat ini masih berada dalam fase pembentukan wave (b) dari wave [x], sehingga tekanan jangka pendek belum sepenuhnya mereda. Area koreksi lanjutan diperkirakan berada di rentang 7.835–7.680, dengan peluang penguatan terbatas di kisaran 8.128–8.527.
Area support IHSG berada di level 7.654 dan 7.481, sementara resistance terdekat berada di 8.094 dan 8.318.
Pandangan serupa disampaikan Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, yang memperkirakan IHSG berpotensi melemah terbatas dengan kisaran pergerakan 7.790–8.270.
MSCI Apresiasi Reformasi Pasar Modal Indonesia
Di sisi fundamental dan kebijakan, pertemuan strategis antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Self-Regulatory Organization (SRO), Danantara Indonesia, dan penyedia indeks global MSCI menghasilkan sinyal positif. MSCI disebut mengapresiasi kecepatan dan keseriusan regulator Indonesia dalam merespons isu transparansi dan likuiditas pasar.
Pejabat Sementara Ketua OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut berlangsung konstruktif dan menunjukkan komitmen kuat Indonesia dalam menjaga integritas pasar modal melalui reformasi struktural.
Tiga Komitmen Utama ke MSCI
Pjs Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan terdapat tiga komitmen utama yang disampaikan kepada MSCI, yaitu:
- Peningkatan transparansi kepemilikan saham, dengan rencana menampilkan struktur kepemilikan di atas 1 persen, dari sebelumnya hanya di atas 5 persen.
- Perluasan klasifikasi investor, di mana KSEI akan menambah kategori investor dari 9 menjadi 27 subkategori untuk memperjelas beneficial ownership.
- Peningkatan free float, melalui kenaikan batas minimum saham publik dari 7,5 persen menjadi 15 persen secara bertahap.
OJK dan SRO juga berkomitmen menyampaikan pembaruan berkala atas implementasi reformasi tersebut. MSCI bahkan membuka ruang untuk memberikan bimbingan teknis terkait metodologi penilaian pasar Indonesia.
Arus Dana Asing Mulai Berbalik
Meski IHSG terkoreksi tajam pada Senin (2/2/2026), OJK mencatat adanya pola rebalancing yang dinilai lebih sehat. Investor asing tercatat membukukan beli bersih sebesar Rp 654,9 miliar, setelah sebelumnya mencatat aksi jual selama empat hari berturut-turut.
CIO Danantara, Pandu Sjahrir, menilai koreksi yang terjadi merupakan proses normal, terutama pada saham-saham yang sebelumnya berada pada valuasi terlalu tinggi. Sebaliknya, saham-saham berfundamental kuat dengan likuiditas dan arus kas yang solid mulai kembali diminati investor institusi dan asing.

