[Medan | 28 Januari 2026] Rencana akuisisi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) oleh Grab Holdings Ltd. dilaporkan menghadapi hambatan dalam proses negosiasi. Kendala utama dikaitkan dengan kepemilikan sekitar 2% saham GOTO oleh Telkomsel, entitas usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), yang dinilai berpotensi memengaruhi struktur dan valuasi transaksi.
Kepemilikan Telkomsel Jadi Faktor Penghambat
Berdasarkan informasi yang beredar, kepemilikan saham Telkomsel dinilai sensitif karena investasi awal dilakukan pada valuasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan harga pasar saat ini. Kondisi tersebut menyebabkan ruang negosiasi menjadi terbatas, khususnya terkait potensi kerugian investasi yang berimplikasi pada pengelolaan modal negara dan aspek kepatuhan hukum di Indonesia.
Dalam skema yang dibahas, Telkomsel dilaporkan belum menunjukkan minat untuk melepas kepemilikannya mendekati valuasi pasar saat ini. Di sisi lain, opsi mempertahankan saham tetap terbuka, sembari peluang untuk menegosiasikan harga yang lebih tinggi turut dipertimbangkan dalam rangka memaksimalkan nilai investasi.
Sikap Grab dan Faktor Regulasi
Bagi Grab yang berbasis di Singapura, dukungan dari seluruh pemangku kepentingan domestik dipandang krusial. Setiap proposal pengambilalihan diperkirakan akan memerlukan persetujuan regulator Indonesia, sehingga keselarasan dengan pemegang saham strategis lokal menjadi faktor penting dalam kelanjutan transaksi.
Isu kepemilikan Telkomsel ini menjadi hambatan terbaru dalam upaya merger yang telah berlangsung selama beberapa tahun. Sebelumnya, potensi penolakan regulator serta perbedaan persepsi terhadap valuasi GOTO telah berkontribusi pada tertundanya pembahasan transaksi. Meski demikian, upaya untuk melanjutkan negosiasi tetap berjalan, termasuk pembahasan skema terpisah untuk mengakuisisi saham milik Telkomsel.
Riwayat Investasi Telkomsel di GOTO
Secara historis, Telkomsel mulai berinvestasi pada Gojek pada 16 November 2020 melalui obligasi konversi tanpa bunga senilai US$150 juta atau setara Rp2,1 triliun per akhir 2020. Setelah merger Gojek dan Tokopedia pada 17 Mei 2021 yang membentuk GOTO, obligasi konversi tersebut dieksekusi dan dikonversi menjadi saham sesuai perjanjian.
Pada 18 Mei 2021, Telkomsel juga melakukan pembelian saham tambahan dengan total nilai sekitar Rp6,4 triliun, terdiri dari saham hasil konversi dan opsi pembelian saham. Setelah pelaksanaan stock split pada Oktober 2021, kepemilikan Telkomsel berubah menjadi sekitar 23,72 miliar saham GOTO.
Perubahan Nilai Wajar Investasi
Per akhir 2021, nilai wajar investasi Telkomsel di GOTO tercatat sebesar Rp375 per saham dan sempat menghasilkan keuntungan belum terealisasi sebesar Rp2,49 triliun bagi TLKM. Namun, setelah GOTO melantai di bursa pada April 2022, penilaian nilai wajar disesuaikan dengan harga pasar, yang saat itu berada di kisaran Rp91 per saham.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat pernyataan resmi dari GOTO maupun Telkomsel terkait perkembangan negosiasi tersebut.

