IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Bisnis

MEJA Mau Masuk Bisnis Batubara, Akuisisi 45% Trimata Coal Perkasa

By Aurelia Tanu 2 hours ago Bisnis
Image source: AP/ emitennews.com
SHARE

[Medan | 10 Februari 2026] PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) berencana masuk ke bisnis batubara melalui akuisisi strategis sebesar 45% saham PT Trimata Coal Perkasa (TCP), menyusul masuknya pemegang saham pengendali baru. Langkah ini menandai perubahan arah bisnis MEJA dengan ekspansi ke sektor energi berbasis komoditas.

Skema Akuisisi Tanpa Bebani Kas

Direktur Utama MEJA Richie Adrian Hartanto menjelaskan rencana akuisisi tersebut mengacu pada Perjanjian Jual Beli Bersyarat yang ditandatangani pada 22 Desember 2025. Akuisisi akan dilakukan tanpa penggunaan kas Perseroan, melainkan melalui mekanisme share swap atau skema lain yang tidak membebani likuiditas MEJA. Untuk merealisasikan transaksi ini, MEJA akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) guna meminta persetujuan penambahan modal.

Peran Pengendali Baru dan Rencana Operasi

PT Triple Berkah Bersama (Triple B) selaku pengendali baru MEJA berencana mulai mengoperasikan tambang TCP pada 2026 sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Direktur Triple B, Noprian Fadli, menyampaikan TCP telah menunjuk PT Mitra Abadi Mahakam sebagai kontraktor tambang untuk mengelola operasi penambangan di wilayah Tungkal LIR, Sumatera Selatan.

Target Produksi dan Pembeli Siaga

Produksi batubara TCP pada 2026 ditargetkan mencapai 1,5 juta ton, dengan Agro Energy Trading Pte. Ltd. ditetapkan sebagai pembeli siaga. Volume produksi direncanakan meningkat secara bertahap sebesar 500 ribu ton per tahun hingga 2031, seiring pengembangan kapasitas tambang.

Kualitas Aset dan Potensi Jangka Panjang

Tambang TCP diklaim sebagai aset batubara skala besar dengan luas konsesi sekitar 11.640 hektare. Karakteristik seam yang tebal, metode penambangan open pit, serta kondisi geologi yang ekonomis dinilai mendukung kelangsungan operasi jangka panjang.

Estimasi Cadangan dan Potensi Profitabilitas

Berdasarkan laporan JORC yang disusun oleh konsultan independen Faan Grobelaar & Associates, TCP memiliki estimasi mineable coal resources sekitar 693,7 juta ton. Dengan estimasi laba sebelum pajak di kisaran US$7–US$10 per ton, rencana produksi TCP berpotensi menjadi sumber pendapatan signifikan bagi MEJA dalam beberapa tahun ke depan.

 

You Might Also Like

BEI Panggil Samuel Sekuritas Terkait Saham RLCO Bisa Tembus Rp 80.000

Direktur Utama Borong 1,07 Juta Saham SMDR, Ada Apa?

BEI, OJK dan KSEI Bakal Bertemu MSCI Lagi Besok (11/2)

FTSE Juga Tunda Review Indeks Saham Indonesia, IHSG Bakal Kemana Hari Ini?

IMAS Jalin Kerja Sama dengan Produsen Mobil Listrik Tiongkok

TAGGED: saham MEJA
Aurelia Tanu February 10, 2026 February 10, 2026
Previous Article BEI, OJK dan KSEI Bakal Bertemu MSCI Lagi Besok (11/2)
Next Article Direktur Utama Borong 1,07 Juta Saham SMDR, Ada Apa?
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?