[Medan | 28 Januari 2026] PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) bersama entitas anak mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp57,5 triliun, tumbuh 4,9% secara tahunan (year on year/YoY). Pertumbuhan laba tersebut didukung oleh kinerja pendapatan inti yang solid serta kontribusi pendapatan non-bunga yang meningkat signifikan.
Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BCA tumbuh 4,1% YoY, sementara pendapatan selain bunga melonjak 16% YoY. Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Hendra Lembong, menyampaikan bahwa kepercayaan nasabah serta dukungan pemerintah dan otoritas menjadi faktor penting yang memungkinkan perseroan melewati 2025 dengan kinerja yang tetap resilien di tengah dinamika ekonomi.
Kredit Tumbuh Sehat, Didukung Berbagai Sektor
Dari sisi intermediasi, BCA mencatatkan pertumbuhan total kredit sebesar 7,7% YoY menjadi Rp993 triliun per Desember 2025. Secara rata-rata, pertumbuhan kredit sepanjang 2025 mencapai 10,8%. Penyaluran kredit tersebar di berbagai sektor utama, termasuk manufaktur, perdagangan, restoran, hotel, serta rumah tangga, sejalan dengan komitmen perseroan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Kredit usaha yang disalurkan BCA tumbuh 9,9% YoY menjadi Rp756,5 triliun. Sementara itu, pembiayaan konsumer relatif terjaga di level Rp224,1 triliun, ditopang oleh kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar Rp142,3 triliun dan kredit kendaraan bermotor (KKB) sebesar Rp56,6 triliun. Outstanding pinjaman konsumer lainnya, yang mayoritas berasal dari kartu kredit, meningkat 9,8% YoY menjadi Rp25,2 triliun.
Penguatan CASA dan Dana Pihak Ketiga
Dari sisi pendanaan, dana giro dan tabungan (CASA) mencatatkan pertumbuhan 13,1% YoY menjadi Rp1.045 triliun. Secara keseluruhan, dana pihak ketiga (DPK) BCA tumbuh 10,2% YoY menjadi Rp1.249 triliun per Desember 2025, mencerminkan kuatnya basis dana murah yang menopang stabilitas likuiditas perseroan.
Manajemen menilai berbagai kegiatan yang digelar sepanjang 2025, seperti BCA Expo, BCA UMKM Fest, BCA Wealth Summit, serta program Gebyar Hadiah BCA, turut memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan bisnis dan memperkuat hubungan dengan nasabah.
Komitmen pada Pembiayaan Berkelanjutan
BCA juga terus memperluas pembiayaan berkelanjutan, yang tumbuh 11,7% YoY menjadi Rp255 triliun atau setara 25,8% dari total portofolio pembiayaan. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan pembiayaan sektor energi baru terbarukan yang melonjak dua kali lipat secara tahunan menjadi Rp6,2 triliun.
Selain itu, kredit kendaraan bermotor listrik tumbuh signifikan sebesar 53% YoY menjadi Rp3,6 triliun. Perseroan juga meluncurkan Kredit Multiguna Usaha Kartini dengan bunga kompetitif mulai 3,21% efektif per tahun, sebagai bagian dari dukungan terhadap komunitas perempuan pengusaha.
Kualitas Aset Terjaga dan Efisiensi Meningkat
Dari sisi kualitas aset, rasio loan at risk (LAR) membaik ke level 4,8% dari 5,3% pada tahun sebelumnya. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) tetap terkendali di 1,7%. Tingkat pencadangan dinilai memadai, dengan coverage NPL mencapai 183,8% dan coverage LAR sebesar 71,6%.
Perbaikan rasio cost to income (CIR) turut menopang kinerja perseroan, mencerminkan peningkatan efisiensi operasional di tengah ekspansi bisnis yang berkelanjutan.
Transaksi Digital dan Inovasi Layanan
Sepanjang 2025, total frekuensi transaksi BCA meningkat 17% YoY menjadi 42 miliar transaksi. Pada periode puncak, BCA mencatatkan pemrosesan transaksi harian mendekati 300 juta. Transaksi melalui mobile banking dan internet banking tumbuh 19% YoY, seiring dengan meningkatnya adopsi layanan digital.
BCA terus mengembangkan aplikasi myBCA dengan berbagai fitur baru, mulai dari QRIS Tap berbasis NFC untuk pengguna Android, pembayaran zakat, pembelian tiket transportasi, hingga penambahan fitur poket valuta asing. Aplikasi ini juga telah dapat diakses melalui smartwatch berbasis WearOS dan Apple, serta dilengkapi pengaturan bahasa Mandarin.
Ke depan, BCA juga mengimplementasikan pemanfaatan artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan kualitas layanan, memperkuat sistem keamanan dan deteksi fraud, serta mendorong efisiensi operasional secara berkelanjutan.

