[Medan | 2 Februari 2026] Pecahnya konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran menambah ketidakpastian global yang menekan pasar saham, termasuk IHSG. Namun, tidak semua sektor terdampak negatif; saham berbasis komoditas justru berpotensi diuntungkan.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menilai, setiap eskalasi geopolitik besar biasanya memicu risk-off, tetapi IHSG bisa relatif tahan karena saham energi dan emas mendapat sentimen positif dari kenaikan harga komoditas global. Hal ini berpotensi menahan pelemahan indeks meski sektor lain seperti perbankan dan konsumer tertekan.
Secara teknikal, Senior Technical Analyst Panin Sekuritas Mayang Anggita mencatat IHSG sedang menguji support pola Double Bottom di level 8.214 dengan pola Hammer, serta indikator Stochastic Golden Cross di area oversold. Rebound menuju resistance 8.433–8.437 berpotensi terjadi jika support bertahan, sementara support terdekat berada di 8.094–8.000. Investor dianjurkan melakukan short-term trading untuk memanfaatkan volatilitas.
Saham-saham yang dapat dicermati:
Sektor Migas:
- MEDC
- ELSA
- AKRA
- PGAS
- RAJA
Sektor Emas:
- MDKA
- ANTM
- PSAB
- ARCI
Kenaikan harga minyak dan emas berpotensi menjadi katalis positif bagi saham di sektor tersebut, dengan harga emas global berpotensi menembus US$ 5.400 per ons troi dalam jangka pendek.
Kesimpulannya, IHSG diperkirakan bergerak volatil pada awal pekan ini dengan potensi uji support di 8.100. Strategi selektif pada saham energi dan emas disarankan untuk memanfaatkan momentum di tengah ketidakpastian geopolitik.

