[Medan | 12 Januari 2026] Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat melemah tajam lebih dari 2% pada perdagangan sesi II hari Selasa (12/1/2026) sekitar pukul 14.30 WIB, sebelum akhirnya memangkas penurunan dan rebound tipis. Pelemahan mendadak tersebut terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar global terhadap independensi Federal Reserve Amerika Serikat.
Tekanan pasar muncul setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengungkapkan bahwa dirinya tengah menghadapi penyelidikan kriminal federal terkait proyek renovasi kantor pusat The Fed senilai US$2,5 miliar. Informasi tersebut dilaporkan oleh CNBC dan langsung memicu respons negatif pelaku pasar global.
Powell menilai penyelidikan tersebut tidak dapat dilepaskan dari tekanan politik yang semakin kuat terhadap kebijakan moneter The Fed. Ia menyampaikan bahwa independensi bank sentral menjadi isu utama, terutama ketika kebijakan suku bunga ditetapkan berdasarkan kondisi ekonomi dan kepentingan publik, bukan tekanan politik.
Departemen Kehakiman AS disebut telah mengirimkan surat panggilan pengadilan kepada Federal Reserve terkait kesaksian Powell di hadapan Komite Perbankan Senat pada Juni lalu. Powell menegaskan bahwa dirinya menghormati supremasi hukum, namun menilai langkah ini sebagai tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan perlu dilihat dalam konteks tekanan berkelanjutan dari pemerintah.
Isu tersebut semakin sensitif mengingat Presiden Donald Trump sejak kembali menjabat pada Januari 2025 secara terbuka mengkritik The Fed yang dinilai tidak memangkas suku bunga secara agresif. Trump juga tidak menutup kemungkinan untuk mengganti Powell ketika masa jabatannya berakhir pada Mei mendatang, dengan Kevin Warsh dan Kevin Hassett disebut sebagai kandidat kuat pengganti Ketua The Fed.
Meski Trump menyatakan bahwa surat panggilan Departemen Kehakiman tidak berkaitan dengan kebijakan suku bunga, pasar tetap merespons negatif perkembangan ini. Investor global khawatir tekanan politik terhadap bank sentral AS dapat mengganggu kredibilitas kebijakan moneter dan meningkatkan volatilitas pasar keuangan global.
Bagi pasar domestik, sentimen ini memicu aksi risk-off sesaat yang tercermin dari tekanan tajam pada IHSG di sesi II. Kekhawatiran terhadap stabilitas kebijakan moneter AS mendorong investor cenderung menurunkan eksposur pada aset berisiko, termasuk saham emerging market. Namun, rebound tipis menjelang penutupan mengindikasikan tekanan masih bersifat jangka pendek dan belum disertai arus keluar modal asing yang signifikan.

