[Medan | 5 Februari 2026] Emiten terafiliasi konglomerat Prajogo Pangestu kompak mengumumkan aksi pembelian kembali (buyback) saham di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi. PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menyiapkan dana buyback dengan total nilai mencapai Rp3,75 triliun.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), BRPT menyiapkan dana buyback sebesar Rp1 triliun, TPIA Rp2 triliun, dan CUAN Rp750 miliar. Seluruh dana buyback bersumber dari kas internal masing-masing emiten dan akan dilaksanakan selama periode 4 Februari–3 Mei 2026.
Manajemen ketiga emiten menegaskan bahwa aksi buyback tidak akan mengganggu operasional maupun rencana ekspansi, mengingat posisi arus kas dan modal kerja yang dinilai masih solid.
Sinyal Kepercayaan Manajemen
Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan, menilai aksi buyback dilakukan pada momentum yang tepat, yakni saat tekanan jual dan volatilitas pasar masih tinggi. Pada level harga saat ini, manajemen dinilai melihat valuasi saham telah turun di bawah nilai wajarnya.
“Buyback umumnya menjadi sinyal kepercayaan manajemen terhadap prospek bisnis ke depan, sekaligus berfungsi sebagai penahan tekanan penurunan harga saham,” ujar Ekky, Rabu (4/2/2026).
Respons pasar pun terlihat cukup positif. Pada hari pertama pelaksanaan buyback, saham BRPT melonjak 7,58% ke Rp2.130, TPIA naik 4,98% ke Rp6.850, dan CUAN menguat 3% ke Rp1.715 per saham.
Pasca Koreksi Dalam
Aksi buyback ini terjadi setelah ketiga saham tersebut mengalami koreksi signifikan dalam satu bulan terakhir. Saham BRPT tercatat anjlok 33,23%, CUAN turun 25,11%, sementara TPIA terkoreksi 3,86%.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Hari Rachman, menilai buyback merupakan instrumen strategis untuk meredam tekanan jual berlebihan sekaligus menjaga stabilitas harga saham di tengah sentimen pasar yang rapuh.
“Penggunaan kas internal mencerminkan kondisi likuiditas yang sehat dan keyakinan manajemen terhadap prospek jangka menengah hingga panjang,” jelasnya.
Penopang Harga, Bukan Katalis Reli
Meski memberikan sentimen positif jangka pendek, analis menilai buyback belum cukup menjadi katalis reli agresif. Pergerakan saham ke depan tetap akan sangat bergantung pada realisasi kinerja keuangan, progres ekspansi, serta stabilitas pasar secara keseluruhan.
Dalam jangka pendek, buyback berpotensi menjadi price support dan meredam volatilitas. Sementara untuk jangka menengah hingga panjang, investor cenderung disarankan wait and see, sambil mencermati fundamental dan arah strategi bisnis masing-masing emiten.

