IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Bisnis

Ekspansi Pasar Kripto, COIN Berencana Pangkas Biaya hingga Rancang Produk Baru

By Aurelia Tanu 2 months ago Bisnis
Image source: AP/ kabarbursa.com
SHARE

[Medan | 4 Februari 2026] PT Indokripto Koin Semesta Tbk. (COIN) menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperluas ekosistem pasar aset kripto nasional sepanjang 2026. Strategi tersebut mencakup penyesuaian struktur biaya transaksi serta pengembangan produk baru guna meningkatkan daya saing industri kripto domestik di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Contents
Kejar Efek Berganda Volume TransaksiInovasi Produk Jadi Kunci PertumbuhanBiaya Transaksi Dipangkas Bertahap

Direktur Utama COIN, Ade Wahyu, menjelaskan bahwa penyesuaian biaya transaksi di anak usaha perseroan, Bursa Kripto PT Central Finansial X (CFX), dilakukan secara terukur sebagai bagian dari strategi keberlanjutan jangka panjang industri aset kripto.

“Penyesuaian ini bertujuan meningkatkan daya saing industri kripto nasional di kancah global. Biaya yang lebih kompetitif diharapkan dapat menarik kembali konsumen lokal untuk bertransaksi di dalam negeri dan pada akhirnya memperbesar pangsa pasar,” ujar Ade dalam keterangan resmi, Selasa (3/2/2026).

Kejar Efek Berganda Volume Transaksi

Menurut Ade, penurunan biaya transaksi tidak semata-mata berdampak pada margin jangka pendek, tetapi diharapkan menciptakan multiplier effect melalui peningkatan frekuensi dan volume transaksi. Dengan likuiditas yang lebih dalam, kenaikan volume tersebut diproyeksikan mampu mengompensasi penurunan biaya transaksi.

Seiring dengan itu, COIN juga terus menggali sumber pendapatan baru melalui diversifikasi produk. Salah satu fokus utama ke depan adalah pengembangan produk derivatif kripto, yang dinilai mampu memperbesar volume transaksi sekaligus memperdalam likuiditas pasar.

Inovasi Produk Jadi Kunci Pertumbuhan

Selain derivatif, COIN melihat peluang besar pada peluncuran produk aset kripto baru yang berpotensi menjadi gelombang inovasi berikutnya di industri.

“Kehadiran inovasi produk baru akan membuat pasar kripto Indonesia semakin kompetitif dan mendorong partisipasi investor, baik domestik maupun asing, termasuk institusi. COIN dan seluruh anak usaha akan terus terbuka untuk menghadirkan inovasi produk dan layanan baru,” kata Ade.

Langkah ini sejalan dengan visi perseroan untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat perdagangan aset kripto di Asia Tenggara.

Biaya Transaksi Dipangkas Bertahap

Sebagai induk dari Bursa Kripto CFX, COIN mendukung penuh kebijakan penurunan biaya transaksi bursa guna meningkatkan efisiensi bagi investor. Berdasarkan riset LPEM FEB Universitas Indonesia, tantangan utama industri kripto nasional saat ini adalah likuiditas yang dangkal dan biaya transaksi yang kurang kompetitif dibanding pasar global.

Riset tersebut juga mencatat sekitar 54,5% pengguna platform kripto berpotensi berpindah platform jika biaya transaksi dinilai terlalu mahal, yang mencerminkan tingginya risiko capital outflow.

Merespons kondisi tersebut, CFX akan menurunkan biaya transaksi bursa dari 0,04% menjadi 0,02% mulai 1 Maret 2026, lalu kembali dipangkas menjadi 0,01% pada 1 Oktober 2026. Kebijakan ini diumumkan dalam acara CFX Cryptalk bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) pada Senin (2/2/2026).

Penurunan biaya ini diharapkan menjadi katalis penting dalam meningkatkan daya saing industri kripto nasional, sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang ekosistem aset digital Indonesia.

 

 

You Might Also Like

Harga Minyak Turun, Bursa Asia Siap Menghijau Hari Ini?

BUMI Targetkan Tambang Tembaga dan Emas Wolfram Mulai Beroperasi Tahun Ini

Jelang Libur Panjang Lebaran, IHSG Bakal Kemana?

BBCA Setujui Dividen Final Rp 281 per Saham, atau Setara 72% dari Laba 2025

Harga Minyak Kembali Tembus US$ 100 per Barel, Bursa Asia Bakal Melemah Lagi?

TAGGED: COIN bursa, saham COIN
Aurelia Tanu February 4, 2026 February 4, 2026
Previous Article Pasar Masih Hati-hati, Permintaan di Lelang SUN Turun
Next Article Ada Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025 Hari Ini, IHSG Bakal Kemana?
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?