[Medan | 5 Februari 2026] Presiden Komisaris PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), Edwin Soeryadjaya, menambah kepemilikan saham perseroan sebanyak 1,53 juta lembar di awal Februari 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), pembelian dilakukan dalam dua tahap. Pada 2 Februari 2026, Edwin membeli 488.700 saham di harga Rp1.629 per saham, disusul pembelian 1.045.000 saham pada 4 Februari 2026 di harga Rp1.608 per saham. Seluruh transaksi dilakukan di pasar reguler dan dikategorikan untuk tujuan investasi.
Dengan transaksi tersebut, kepemilikan Edwin meningkat menjadi 4,87 miliar saham atau 35,88% dari total saham beredar, naik dari sebelumnya 35,87%. Porsi ini semakin mempertegas posisinya sebagai pemegang saham terbesar SRTG, melampaui kepemilikan Sandiaga Uno yang berada di kisaran 21,51%.
Apa Maknanya bagi Pasar?
Aksi beli oleh pengendali atau manajemen senior umumnya dibaca pasar sebagai sinyal kepercayaan terhadap valuasi dan prospek jangka menengah–panjang. Pembelian dilakukan di tengah kondisi pasar saham yang masih volatil, sehingga dapat diartikan bahwa manajemen menilai harga saham SRTG saat ini belum mencerminkan nilai fundamental sepenuhnya.
Dari sisi nominal, nilai transaksi memang relatif kecil dibandingkan kapitalisasi pasar SRTG. Namun, yang lebih penting adalah timing dan arah aksi, bukan besarnya nilai. Langkah ini menunjukkan tidak adanya urgensi untuk mengurangi eksposur, justru sebaliknya, menambah kepemilikan.

