IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Bisnis

Dirut BEI dan Petinggi OJK Mundur, IHSG Bakal Trading Halt Lagi?

By Aurelia Tanu 3 hours ago Bisnis
Image source: AP/ money.kompas.com
SHARE

[Medan | 2 Februari 2026] Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (2/2/2026) dibuka melemah di tengah sentimen negatif dari dinamika internal pasar modal. IHSG dibuka turun 0,28% ke level 8.306,16, sebelum tekanan jual meningkat dan menyeret indeks anjlok hingga 3,44% atau turun 287 poin ke level 8.043,11 pada awal perdagangan.

Contents
Saham Tambang, Emas, dan Grup Konglomerat Tekan IndeksPergantian Pimpinan BEI dan OJK Jadi Sorotan UtamaOJK Tunjuk Pejabat Pengganti, BEI Siapkan Plt DirutPertemuan OJK–MSCI Jadi Penentu SentimenData Ekonomi Jadi Katalis TambahanOutlook: Risiko Trading Halt Masih Ada, Namun Lebih Terkelola

Tekanan pasar tercermin dari dominasi saham yang melemah, dengan 514 saham turun, 108 saham menguat, dan 81 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi pagi hari mencapai Rp4,94 triliun, melibatkan 7,87 miliar saham dalam sekitar 550 ribu transaksi. Kapitalisasi pasar menyusut ke Rp14.523 triliun.

Saham Tambang, Emas, dan Grup Konglomerat Tekan Indeks

Pelemahan IHSG terutama dipicu oleh koreksi tajam saham-saham tambang dan perdagangan emas, menyusul amblesnya harga emas global pada akhir pekan. Sejumlah saham emas domestik terkoreksi mendekati dua digit pada awal sesi.

Tekanan juga datang dari saham-saham emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu yang bergerak serempak di zona merah. Saham PTRO ambrok 14%, BRPT melemah 11%, sementara CDIA terkoreksi sekitar 10%, memperdalam tekanan terhadap indeks.

Pergantian Pimpinan BEI dan OJK Jadi Sorotan Utama

Volatilitas pasar meningkat seiring pengunduran diri serentak sejumlah pimpinan kunci di sektor pasar modal. Lima pejabat tercatat mundur dalam waktu berdekatan, yakni Direktur Utama BEI Iman Rachman, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi, serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten I.B. Aditya Jayaantara.

Pergantian kepemimpinan ini terjadi di tengah tekanan tajam pasar saham dan meningkatnya kekhawatiran investor global terkait tata kelola serta transparansi pasar modal Indonesia, terutama setelah muncul sorotan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Meski demikian, sejumlah analis menilai perubahan kepemimpinan berpotensi menjadi momentum perbaikan struktural dalam jangka menengah, meskipun pasar masih berisiko bergerak volatil dalam jangka pendek.

OJK Tunjuk Pejabat Pengganti, BEI Siapkan Plt Dirut

Untuk menjaga kesinambungan fungsi pengaturan dan pengawasan sektor keuangan, OJK telah menunjuk pejabat pengganti yang efektif berlaku sejak 31 Januari 2026. Friderica Widyasari Dewi ditetapkan sebagai pejabat pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, sementara Hasan Fawzi ditunjuk sebagai Anggota Dewan Komisioner sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon.

Di sisi lain, BEI dijadwalkan mengumumkan pejabat sementara Direktur Utama pada awal pekan ini, dengan nama Jeffrey Hendrik disebut sebagai kandidat kuat.

Pertemuan OJK–MSCI Jadi Penentu Sentimen

Fokus pelaku pasar pada pekan ini juga tertuju pada pertemuan antara OJK, Self-Regulatory Organization (SRO), dan MSCI yang dijadwalkan berlangsung pada Senin sore. Pertemuan ini dipandang krusial untuk mengonfirmasi kesiapan regulator dan pelaku pasar dalam memenuhi berbagai permintaan MSCI, khususnya terkait transparansi data kepemilikan saham dan metodologi perhitungan free float.

OJK menyatakan seluruh proposal yang diminta telah disiapkan, termasuk rencana implementasi konkret guna meningkatkan keselarasan pasar modal Indonesia dengan praktik terbaik internasional. Hasil pertemuan tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan arah pasar serta meredakan kekhawatiran investor global.

Data Ekonomi Jadi Katalis Tambahan

Selain isu internal pasar modal, investor juga mencermati rilis data pertumbuhan ekonomi (GDP) Indonesia tahun penuh 2025. Pertumbuhan di atas ekspektasi pasar, yakni di kisaran 5,1%–5,2%, dinilai berpotensi menjadi katalis positif yang mampu menahan tekanan IHSG dan membuka peluang pembentukan level support baru.

Outlook: Risiko Trading Halt Masih Ada, Namun Lebih Terkelola

Dalam jangka pendek, IHSG diperkirakan masih bergerak volatil seiring kombinasi tekanan sektor tertentu, transisi kepemimpinan otoritas pasar, dan proses komunikasi dengan MSCI. Risiko pelemahan lanjutan, termasuk potensi trading halt, masih ada apabila tekanan jual kembali meningkat tajam.

Namun, langkah cepat regulator, penunjukan pejabat pengganti, serta komitmen reformasi regulasi dinilai dapat menjadi faktor penahan volatilitas ekstrem dan menjaga stabilitas pasar modal Indonesia ke depan.

 

You Might Also Like

Limit Dapen dan Asuransi di Saham Jadi 20%, Saatnya Lirik Blue Chip Kembali?

BPJS Ketenagakerjaan Kaji Peningkatan Investasi Saham di Bursa

IHSG Mulai Rebound, Badai Sudah Berlalu?

Siapkan Dana Rp 5 Triliun, BBCA Berencana Buyback Saham

Kemarin Trading Halt, Akankah IHSG Membaik Hari Ini?

TAGGED: Direktur BEI, Direktur OJK, IHSG hari ini, petinggi BEI, petinggi OJK
Aurelia Tanu February 2, 2026 February 2, 2026
Previous Article Segera Diumumkan Trump, Siapa Ketua The Fed yang Baru?
Next Article AS Shutdown Lagi, Diperkirakan Hanya Berlangsung Singkat
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?