[Medan | 5 Februari 2026] Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia akan segera melakukan groundbreaking pabrik baja milik PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) di Cilegon. Proyek ini menjadi bagian dari agenda besar hilirisasi dan penguatan industri hulu baja nasional.
Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa pengumuman resmi terkait lokasi dan detail proyek akan dilakukan pekan depan. Ia mengonfirmasi proyek tersebut berada di bawah Krakatau Steel dan difokuskan pada pembangunan pabrik slab, yang selama ini masih bergantung pada impor.
“Selama ini slab masih impor. Ke depan kita bangun pabrik slab sendiri, lalu kita kembangkan downstream-nya,” ujar Dony.
Danantara menargetkan penambahan kapasitas produksi baja sebesar 3 juta ton per tahun, seiring membaiknya kondisi keuangan dan perapihan model bisnis Krakatau Steel. Langkah ini diharapkan memperkuat pasokan baja domestik dan mengurangi defisit neraca perdagangan sektor baja.
Selain proyek baja, Danantara juga tengah menggarap 21 proyek hilirisasi strategis yang dikerjakan secara mandiri, mencakup industri aluminium (alumina), bioetanol, bioavtur, perkapalan, dan perkeretaapian. Dalam waktu dekat, Danantara akan melakukan enam groundbreaking proyek hilirisasi sekaligus.
Implikasi bagi KRAS dan Pasar
Proyek pabrik slab ini berpotensi menjadi game changer bagi Krakatau Steel, khususnya dalam:
- Menurunkan ketergantungan impor bahan baku
- Memperbaiki struktur biaya dan margin
- Memperkuat posisi KRAS di rantai pasok baja nasional
Namun demikian, pasar masih akan mencermati besaran nilai investasi, skema pendanaan, serta dampaknya terhadap leverage KRAS. Dalam jangka pendek, sentimen cenderung positif, tetapi realisasi proyek dan disiplin eksekusi tetap menjadi kunci.

