[Medan | 6 April 2026] Badan Pengelola Investasi Danantara melakukan langkah strategis dengan mengakuisisi tiga perusahaan manajer investasi milik bank BUMN, yaitu BRI Manajemen Investasi, Mandiri Manajemen Investasi, dan BNI Asset Management. Total nilai transaksi mencapai Rp2,3 triliun, dengan rincian Rp975 miliar untuk BRI MI, Rp1,02 triliun untuk MMI, dan Rp359,6 miliar untuk BNI AM. Akuisisi ini dilakukan melalui entitas PT Danantara Asset Management sebagai bagian dari strategi pembentukan platform investasi terintegrasi.
Strategi Integrasi dan Efisiensi
Langkah ini mencerminkan upaya konsolidasi industri asset management BUMN ke dalam satu entitas yang lebih besar dan efisien. Dengan menggabungkan kapabilitas dari masing-masing manajer investasi, Danantara menargetkan terciptanya skala ekonomi (economies of scale), efisiensi operasional, serta peningkatan kualitas pengelolaan portofolio. Integrasi ini juga memungkinkan optimalisasi distribusi produk investasi, mulai dari reksa dana hingga mandat institusi.
Struktur Transaksi dan Validasi Nilai
Transaksi dilakukan melalui skema pembelian saham mayoritas, di mana Bank Rakyat Indonesia melepas 65% saham BRI MI, serta anak usahanya PNM menjual hampir seluruh kepemilikan di PNM Investment Management. Penilaian independen menunjukkan bahwa harga transaksi berada dalam kategori wajar, mencerminkan governance yang tetap terjaga dalam aksi korporasi ini.
Tujuan Jangka Panjang: Membangun Champion Regional
Melalui konsolidasi ini, Danantara menargetkan pembentukan “national champion” di sektor asset management yang mampu bersaing tidak hanya di domestik, tetapi juga di tingkat regional. Dengan pengelolaan aset yang terintegrasi, entitas baru ini berpotensi meningkatkan daya tarik investor institusi global terhadap pasar keuangan Indonesia, sekaligus memperdalam pasar modal domestik.

