[Medan | 10 Februari 2026] Bursa Efek Indonesia (BEI) mengonfirmasi telah memanggil PT Samuel Sekuritas Indonesia (kode broker IF) untuk meminta klarifikasi atas riset yang memproyeksikan harga saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) dapat menembus Rp80.000 per saham. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Irvan Susandy, menyebut pemanggilan tersebut dilakukan menyusul polemik di pasar terkait target harga yang dinilai sangat agresif.
Koordinasi dengan OJK
Irvan menambahkan, BEI juga akan membahas lebih lanjut persoalan tersebut bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna menentukan langkah lanjutan yang diperlukan. Menurutnya, pengawasan diperlukan untuk memastikan aktivitas riset dan rekomendasi pasar tetap sejalan dengan prinsip keterbukaan dan perlindungan investor.
Kekhawatiran Investor soal Pump and Dump
Target harga RLCO yang dipatok hingga Rp80.000 memicu kekhawatiran investor ritel, mengingat saham tersebut baru melantai di BEI pada Desember 2025. Sejumlah pelaku pasar menduga rekomendasi tersebut berpotensi memicu praktik pump and dump, terlebih RLCO sempat melonjak lebih dari 5.000% sejak IPO sebelum akhirnya disuspensi BEI.
Alasan Riset Samuel Sekuritas
Analis Samuel Sekuritas, Jonathan Guyadi, sebelumnya menyebut saham RLCO masih berpotensi naik signifikan seiring peluang masuk ke dalam indeks MSCI, mulai dari Small Cap hingga Large Cap. Ia memperkirakan kinerja laba bersih RLCO 2025 dapat melampaui proyeksi sekitar 15%, dengan kapitalisasi pasar disesuaikan yang dinilai memenuhi kriteria indeks global tersebut.
Risiko yang Menyertai Proyeksi
Meski demikian, Jonathan juga menekankan bahwa risiko utama dari rekomendasi tersebut adalah potensi penundaan inklusi ke dalam indeks MSCI, yang dapat menekan pergerakan harga saham. RLCO sendiri menunjuk PT Samuel Sekuritas Indonesia sebagai penjamin dan pelaksana emisi efek dalam proses IPO-nya.

