[Medan | 10 Februari 2026] Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) pasar modal, yakni Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), akan kembali menggelar pertemuan dengan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada 11 Februari 2026. Pejabat sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan bahwa komunikasi dan koordinasi dengan MSCI masih terus berjalan, dengan fokus pembahasan pada aspek teknis penyesuaian kebijakan free float saham di Indonesia.
Respons Regulator atas Masukan MSCI
Jeffrey menjelaskan regulator pasar modal merespons secara cepat berbagai masukan dan perhatian dari MSCI, khususnya terkait transparansi free float dan struktur kepemilikan saham. Pertemuan dengan MSCI sebelumnya telah dilakukan pada 2 Februari 2026, dan dilanjutkan dengan pengiriman proposal resmi dari SRO dan OJK pada 5 Februari 2026. Langkah ini mencerminkan upaya otoritas untuk menjaga kredibilitas dan kepercayaan investor global terhadap pasar modal Indonesia.
Inisiatif Reformasi Struktur Kepemilikan
Dalam pertemuan lanjutan tersebut, BEI dan KSEI mengajukan sejumlah inisiatif yang selaras dengan delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia, yang ditargetkan dapat dipenuhi sebelum akhir April 2026. Salah satu inisiatif utama adalah penyempurnaan klasifikasi investor di KSEI, dari sebelumnya sembilan kategori dalam struktur Single Investor Identification (SID) menjadi 28 subkategori, guna menyediakan informasi struktur kepemilikan yang lebih rinci dan akurat.
Peningkatan Transparansi dan Free Float
Selain itu, regulator juga mengusulkan perluasan keterbukaan informasi kepemilikan saham. Ke depan, data pemegang saham tidak hanya mencakup kepemilikan di atas 5%, tetapi diperluas hingga kepemilikan di atas 1% untuk meningkatkan transparansi pasar. Otoritas juga mengajukan peningkatan ketentuan minimum free float bagi perusahaan tercatat, dari 7,5% menjadi 15%, yang akan diterapkan secara bertahap dengan target antara di setiap fase, disertai pemantauan dan pendampingan berkelanjutan.
Sinyal bagi Pasar dan Investor
Langkah-langkah ini menjadi sinyal bahwa otoritas pasar modal berupaya aktif menjawab kekhawatiran MSCI sekaligus memperkuat tata kelola dan transparansi pasar. Kejelasan hasil dialog dengan MSCI dinilai krusial dalam menentukan persepsi investor asing ke depan, terutama di tengah meningkatnya sensitivitas pasar terhadap isu indeks global dan aliran dana pasif.

