IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Bisnis

BBCA Setujui Dividen Final Rp 281 per Saham, atau Setara 72% dari Laba 2025

By Aurelia Tanu 2 hours ago Bisnis
Image source: AP/ probisnis.id
SHARE

[Medan | 13 Maret 2026] Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Central Asia Tbk menyetujui pembagian dividen sebesar Rp41,3 triliun untuk tahun buku 2025. Nilai tersebut setara dengan Dividend Payout Ratio (DPR) sekitar 72% dari laba bersih perseroan.

Contents
Laba Bersih NaikRencana Dividen KuartalanKonsistensi Kebijakan DividenRencana Buyback SahamPerubahan Susunan DireksiSusunan Dewan Komisaris dan Direksi

Dengan keputusan tersebut, setiap pemegang saham BBCA akan menerima dividen final sebesar Rp281 per saham. Sebelumnya, perseroan telah membagikan dividen interim Rp55 per saham dengan total nilai sekitar Rp6,77 triliun.

Secara keseluruhan, total dividen tunai yang dibagikan BCA untuk tahun buku 2025 mencapai Rp336 per saham atau setara Rp41,3 triliun. Berdasarkan harga saham BBCA pada penutupan perdagangan Kamis (12/3/2026) di level Rp6.950 per saham, total dividen tersebut mencerminkan dividend yield sekitar 4%.

Laba Bersih Naik

Bank swasta terbesar di Indonesia tersebut mencatatkan laba bersih sebesar Rp57,5 triliun pada 2025, meningkat sekitar 4,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan capaian kinerja tersebut, pasar sebelumnya telah memperkirakan bahwa total dividen yang dibagikan tahun ini berpotensi meningkat. Perkiraan tersebut terbukti benar, karena rasio pembagian dividen tahun buku 2025 meningkat dibandingkan DPR tahun buku 2024 yang sebesar 67,4%.

Rencana Dividen Kuartalan

Selain menyetujui pembagian dividen tahun buku 2025, manajemen BCA juga mengungkapkan rencana kebijakan baru terkait distribusi laba. Presiden Direktur BCA Gregory Hendra Lembong menyampaikan bahwa perseroan membuka peluang untuk membagikan dividen secara kuartalan mulai tahun buku 2026, apabila kondisi keuangan perusahaan memungkinkan.

Direksi dengan persetujuan dewan komisaris dapat membagikan dividen interim hingga tiga kali dalam setahun, yang direncanakan akan disalurkan secara berkala setiap kuartal. Menurut Hendra, dukungan para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, regulator, serta otoritas sepanjang tahun 2025 memungkinkan BCA mempertahankan kinerja yang solid dan meningkatkan nilai dividen tunai sekitar 12% dibandingkan pembagian dividen tahun buku 2024.

Ia juga menyatakan optimisme bahwa perekonomian Indonesia akan tetap tumbuh positif pada 2026 meskipun masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk dinamika ekonomi global dan ketegangan geopolitik. BCA, menurutnya, akan terus mendukung momentum pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyaluran kredit ke berbagai sektor dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian.

Konsistensi Kebijakan Dividen

Dalam beberapa tahun terakhir, emiten dengan kode saham BBCA dikenal konsisten membagikan sekitar 68% hingga 70% laba bersih sebagai dividen. Pada tahun buku 2024, misalnya, BCA membagikan dividen final Rp300 per saham dengan total nilai sekitar Rp36,98 triliun, atau setara 67,4% dari laba bersih. Kebijakan dividen interim yang telah dilakukan sebelumnya juga dipandang sebagai sinyal bahwa perseroan tetap menjaga konsistensi dalam memberikan imbal hasil kepada pemegang saham.

Rencana Buyback Saham

Selain agenda pembagian dividen, RUPST juga menyetujui beberapa agenda lainnya, termasuk rencana pembelian kembali saham (buyback). Sebelumnya, PT Bank Central Asia Tbk telah mengumumkan rencana buyback saham dengan nilai maksimal Rp5 triliun. Langkah ini dinilai sebagai sinyal kepercayaan manajemen terhadap fundamental perusahaan di tengah dinamika pasar keuangan global.

Perubahan Susunan Direksi

RUPST juga menyetujui perubahan susunan direksi dengan mengangkat David Formula sebagai Direktur Teknologi Informasi setelah dinyatakan lulus fit and proper test oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Pengangkatan tersebut merujuk pada Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK No. KEPR-11/D.03/2026 tertanggal 13 Februari 2026, dengan masa jabatan sejak penutupan RUPST hingga RUPST yang akan diselenggarakan pada 2029.

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi

Setelah penutupan RUPST, berikut susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT Bank Central Asia Tbk.

Dewan Komisaris

  • Presiden Komisaris: Jahja Setiaatmadja
  • Komisaris: Tonny Kusnadi
  • Komisaris Independen: Raden Pardede
  • Komisaris Independen: Sumantri Slamet

Direksi

  • Presiden Direktur: Gregory Hendra Lembong
  • Wakil Presiden Direktur: Armand Wahyudi Hartono
  • Wakil Presiden Direktur: John Kosasih
  • Direktur: Subur Tan
  • Direktur (membawahi fungsi kepatuhan): Lianawaty Suwono
  • Direktur: Santoso
  • Direktur: Vera Eva Lim
  • Direktur: Haryanto Tiara Budiman
  • Direktur: Frengky Chandra Kusuma
  • Direktur: Antonius Widodo Mulyono
  • Direktur: Hendra Tanumihardja
  • Direktur: David Formula

 

 

You Might Also Like

Harga Minyak Kembali Tembus US$ 100 per Barel, Bursa Asia Bakal Melemah Lagi?

DSSA Bakal Stock Split 1:25, Harga Saham Bakal Turun ke Kisaran Rp 3.100?

Harga Minyak Naik Lagi, Bursa Asia Bersiap Dibuka Melemah?

Mau Garap Bisnis Soil Stabilization, SMGR Bakal Gandeng Taiheiyo Cement

WIFI dan Nokia Siap Eksplorasi Jaringan 6G di Indonesia

TAGGED: bbca dividen, saham BBCA
Aurelia Tanu March 13, 2026 March 13, 2026
Previous Article Pidato Pertama, Pemimpin Tertinggi Iran Perintahkan Selat Hormuz Tetap Ditutup
Next Article APBN Februari 2026 Defisit 0,53%, Belanja Negara Meningkat
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?