[Medan | 26 Februari 2026] Kendaraan investasi keluarga Bakrie, Bakrie Capital Indonesia, memborong sebanyak 3,82 miliar saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) dengan total nilai transaksi mencapai Rp948 miliar.
Aksi korporasi tersebut dilakukan pada 24 Februari 2026 dengan harga pembelian Rp248 per saham. Melalui transaksi ini, Bakrie Capital Indonesia kini menguasai sekitar 6% hak suara di emiten sektor energi tersebut.
Bukan Pemegang Kendali
Dalam keterangannya, Bakrie Capital Indonesia menegaskan bahwa kepemilikan saham tersebut tidak menjadikan perseroan sebagai pengendali BIPI. Saham dibeli secara langsung tanpa disertai perjanjian pembelian kembali (repo agreement).
Struktur Pemegang Saham
Mengacu pada data RTI per 30 Januari 2026, struktur kepemilikan saham BIPI masih didominasi oleh PT Indotambang Perkasa sebagai pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 12,35 miliar saham atau setara 19,39%.
Di posisi berikutnya terdapat CGS-CIMB Securities (Singapore) Pte Ltd A/C Morgan Stanley (odd lots) dengan kepemilikan 8,09 miliar saham atau 12,70%.
Sementara itu, porsi kepemilikan publik, termasuk investor non-warkat (scriptless), mencapai 43,26 miliar saham atau sekitar 67,91% dari total saham beredar sebanyak 63,71 miliar saham.
Lonjakan Jumlah Investor
Dari sisi partisipasi investor, jumlah pemegang saham BIPI mengalami peningkatan signifikan. Per 30 Januari 2026, tercatat sebanyak 48.019 investor, bertambah 19.510 investor dibandingkan posisi 21 Januari 2026 yang berjumlah 28.509 investor. Jumlah tersebut juga menunjukkan lonjakan dibandingkan akhir 2025 yang berada di kisaran 28.509 investor.
Respons Pasar Positif
Pasar merespons positif masuknya Bakrie Capital. Pada perdagangan Rabu (25/2/2026), saham BIPI melonjak 17,78% ke level Rp318. Dalam sepekan terakhir, saham BIPI mencatat kenaikan 40,71%. Secara year-to-date, penguatan mencapai 269,77%, sementara dalam tiga bulan terakhir saham ini telah melesat hingga 274,12%.

